Dian & Fiends Dari 7D
Pengen Kenal dengan mereka kirim aja e-mail kamu, tapi jangan yang ngeres ya……..
Pengen Kenal dengan mereka kirim aja e-mail kamu, tapi jangan yang ngeres ya……..
Dr.-Ing. Fahmi Amhar
Peneliti Utama Geodesi, Bakosurtanal
Merapi akhirnya meletus Senin (15/5/2006) pagi. Meski
sudah cukup merepotkan dan sempat membuat jenuh pengungsi
dan pemerintah yang mengurusinya, letusan ini agak
“melegakan”. Ibarat orang kebelet tapi belum bisa kentut,
sekarang kentutnya sudah keluar.
Namun tentu tidak begitu bagi para ilmuwan yang terkait
gunung api. Karena aktivitas Merapi ini ternyata “diikuti
kawan-kawannya”, yaitu Marapi dan Talang di Sumatera
Barat, Anak Krakatau di Selat Sunda, Gede dan Pangrango di
Jawa Barat, Dieng di Jawa Tengah, Semeru dan Kelud di Jawa
Timur, Tambora di Nusa Tenggara Barat, Lokon, Soputan dan
Karangetang di Sulawesi Utara, dan Awu di Sangir Talaud.
Secara fisik, magma dalam tiap gunung api tersebut tidak
selalu berhubungan langsung. Namun gunung-gunung tersebut
berada pada satu lempeng benua yang saling bergerak. Para
ahli geodesi telah memonitor pergerakan ini dengan cara
sebagai berikut: (more…)
Sumpah Palapa yang Tiada Terlaksana
Lamun huwus kalah Nusantara, ingsun amukti palapa, lamun kalah Ring Gurun, Ring Seram, Tanjungpura, Ring Haru, Ring Pahang, Dompo, Ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa!
Judul : Dyah Pitaloka
Pengarang : Hermawan Aksan
Penerbit : C Publishing
Halaman : viii + 328
Hari itu, tahun 1253 saka, Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih Kerajaan Majapahit menggantikan Arya Tadah. Ia bertekad menaklukkan seluruh kerajaan se-nusantara —bahkan sampai negeri seberang— di bawah kendali Majapahit dengan Sumpah Palapa-nya yang sangat terkenal. Sebelum mewujudkan cita-citanya, Gajah Mada bersumpah tidak akan memakan buah palapa (sebagai simbol kenikmatan dunia). Betapa baktinya ia pada negara!
Mungkin benar, tanpa jasa Mahapatih Gajah Mada rasanya sulit Majapahit menjadi kerajaan besar seperti saat itu. Majapahit yang dipimpin Tribhuwanatunggadewi —seorang wanita— bisa menguasai lebih dari tujuh bagian kepulauan penting yang terdiri dari beberapa kerajaan. Bahkan, banyak kerajaan-kerajaan kecil yang rela bergabung di bawah kendali Majapahit. Ketika banyak pemberontakan di negeri kecil pun, Gajah Mada-lah yang banyak menyelesaikannya. Maka tak heran karena jasanya, pantaslah jika ia mendapat posisi terhormat dalam pemerintahan. (more…)