Assalamualikum :: Gunung Api :: February :: 2006

February 10, 2006

Gunung Api

Filed under: Bahan Ajar, Geografi

api
Klik Gambarnya OK

35 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://hermawan.blogsome.com/2006/02/10/14/trackback/

  1. - cari informasi yg berhubungan dengan gunung merapi
    gunung merapi adalah gunung teraktif di dunia . terletak di perbatasan jawa tengah dan DIY.di sebelah selatan yg masuk ke DIY barat dan utara ke kab magelang dan kab boyolali.
    gunung merapi sudah beberapa kali meletus.dan terakhir meletus tahun 1994.dan sekarang tahun 2006 gunung merapi sudah akan meletus kembali.gunung merapi sudah mengeluarkan lava pijar dan awan panas atau yang dikenal wedhus gembel.

    Comment by faisal,farid,fariz,iwan,vendry [7b] — May 18, 2006 @ 1:50 am

  2. Tugas ke 3
    3.Cari imformasi tentang Gunung Merapi.
    Gunung Merapi adalah gunung yang aktif yang berada di
    Indonesia.Di sebelah barat gunung merapi terdapat kab.
    magelang dan di sebelah utara terdapat kab. boyolali.
    Gunung Merapi pernah meletus pada tahun 1994 dan pada
    tahun 2006 akan terjadi lagi.Gunung marah kembali dan
    akn mengeluarkan lava pijar dan awan yang pamas yang
    disebut wedus gembel.Kareana Gunung merapi lava pijar
    dan awan panas warga di sekitar resah dan gelisah dan
    akhirnya warga pun mengungsi ke tempat pengungsian yang
    aman.:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D:D

    Comment by saeful,rendri,yusup,diki,faiza 7-bhe — May 18, 2006 @ 8:04 am

  3. Gunung Merapi adalah gunung yang aktif tepatnya berada di indonesia dan gunung merapi yang terbanyak di dunia terdapat di indonesia.BoyolaliGunung Merapi pernah meletus pada tahun 1994 dan pada tahun 2006 akan terjadi lagi.Gunung marah kembali dan
    akn mengeluarkan lava pijar dan awan yang pamas yang
    disebut lahar pijar atau dalam bahasa jawanya wedus gembel

    Comment by rezka,triananda,ikbal,soni — May 22, 2006 @ 2:13 am

  4. pada gunung api meletus mengeluarkan wedus gembel, lahar, dll.
    wedus gembel adalah awan panas yang berwarna hitam yang bersuhu lebih dari 100 derajat celcius.
    lahar adalah cairan yang berwarna merah yang bersuhu lebih dari 150 derajat celcius.
    itu bisa menyebabkan akibat yang fatal bila terkena orang.

    Comment by ametysia, dewi, natalia kelas 7c — May 26, 2006 @ 10:03 am

  5. tugas ke 3
    Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah, Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letaknya cukup dekat dengan Yogyakarta dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat di tempat tersebut, Merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi pemerintah daerah, Gunung Merapi menjadi obyek wisata bagi para wisatawan

    SEJARAH geologis:

    Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

    Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

    Letusan pada November 1994 menyebabkan hembusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.

    Status terkini :

    Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul tanda-tanda bahwa Merapi akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sudah mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi juga sudah dikeluarkan oleh kedua pemda tersebut agar penduduk yang tinggal di dekat Merapi segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan.

    Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus.
    Dan sampai saat ini gunung merapi masih mengeluarkan lava pijar dan awan panas

    Comment by Saadilah.R/M.Ismansyah/De andri/Syarifudin Nur/Fajar syarief.H 7A — May 27, 2006 @ 2:08 am

  6. Semburan awan panas (wedhus gembel) dari puncak Gunung Merapi dengan jarak luncur 3 km, terjadi lagi pada Selasa (23/5) pukul 7.52 WIB. Luncuran awan panas tersebut, mengarah ke hulu Kali Krasak wilayah Kab. Magelang, Jawa Tengah.
    Panut, petugas di Pos Pengamatan Merapi di Kaliurang, Kab. Sleman, Prov. DI Yogyakarta menjelaskan, setelah kabut menghilang selepas pukul 7.45 WIB, pengamatan visual terhadap gunung itu cukup jelas, sehingga awan panas maupun guguran lava pijar tampak jelas dari Pos Kaliurang.
    Sebelumnya, kabut tebal hampir sepanjang malam, dini hari hingga pagi menyelimuti kawasan Merapi. Ia menyebutkan pada pukul 8.38 WIB terjadi lagi awan panas, namun jarak luncurnya hanya sekira 1,5 km dari puncak gunung ke hulu Kali Krasak.
    Sementara itu, dengan status aktivitas Merapi yang masih “awas”, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta tetap merekomendasikan agar wilayah di sepanjang alur Kali Krasak, Bebeng, Bedog, Boyong dan Kali Gendol dalam radius tujuh kilometer dari puncak Merapi sampai jarak 300 meter dari tebing sungai tetap dikosongkan, karena masih berpotensi terancam luncuran awan panas.
    Berdasar data di BPPTK, Gunung Merapi Selasa kemarin pukul 0.00 - 6.00 WIB mengeluarkan awan panas sebanyak lima kali dan guguran lava 29 kali. Sehari sebelumnya, Merapi mengeluarkan awan panas sebanyak 25 kali, tetapi sebagian besar awan panas tersebut tidak terlihat karena puncak Merapi tertutup kabut.
    Abu tebal
    Dari Sleman dilaporkan, kediaman juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, juga diguyur hujan abu cukup tebal sejak pukul 09.30 WIB. Hujan abu tersebut pada awalnya sangat tipis, namun karena angin bertiup cukup kencang, hujan abu makin tebal.
    Kaca-kaca mobil, dedaunan sampai atap rumah tampak memutih kebiru-biruan. Demikian juga baju yang dikenakan warga di luar rumah, juga tidak luput dari abu Merapi. Mbah Maridjan sendiri, saat itu baru ke ladangnya yang terletak di lereng Merapi sebelah atas Dusun Kinahrejo.
    Hujan abu tebal tidak hanya di Dusun Kinahrejo, tetapi juga melebar ke wilayah Klaten, Boyolali, Cangkringan, Pakem, terutama sebagian besar wilayah selatan lereng Merapi.
    Terkait meningkatnya kembali aktivitas vulkanik Merapi, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di pengungsian. Berdasarkan data terakhir dari Satkorlak PBA Kab. Sleman, jumlah pengungsi mencapai 5.882 jiwa.
    Mereka ditampung di tujuh barak pengungsian, masing-masing di Kec. Turi, yakni Desa Wonokerto (538 jiwa) dan Girikerto (800 jiwa). Kec. pakem, Desa Hargobinangun (2.298 jiwa) dan Purwobinangun (272 jiwa) serta di Kec. Cangkringan, Desa Umbulharjo (726 jiwa), Glagaharjo (668 jiwa) dan Kepuharjo (582 jiwa).
    Secara terpisah, Kabag Humas Pemkab Sleman Dra. Sudarningsih mengatakan, para pengungsi tetap sabar dan selalu berada di barak pengungsian. Sebab, kondisi Merapi masih belum stabil, kadang reda, namun masih sering mengeluarkan awan panas. (F-25)***

    Comment by De andri 7a — May 28, 2006 @ 5:44 am

  7. tugas ke 3
    Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah, Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letaknya cukup dekat dengan Yogyakarta dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat di tempat tersebut, Merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi pemerintah daerah, Gunung Merapi menjadi obyek wisata bagi para wisatawan

    SEJARAH geologis:

    Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

    Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

    Letusan pada November 1994 menyebabkan hembusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.

    Comment by arifa,astri,agus,zulfi(7d) — May 30, 2006 @ 5:23 am

  8. Tugas 2 7d:
    1.Vasco da Gama
    2.Alfonso d’Albuquerque
    3.Cornelis de Houtman
    4.Jacob Van Neek
    5.Herman Willem Daendels
    6.Thomas Stamford Raffles

    Comment by bachtiar indra agustian(7D) — May 31, 2006 @ 1:19 am

  9. pada gunung api meletus mengeluarkan wedus gembel, lahar, dll.
    wedus gembel adalah awan panas yang berwarna hitam yang bersuhu lebih dari 100 derajat celcius. dan aneh nya warga dan turis datang untuk melihat bagaimana meletus nya gunung merapi dan di jadikannya tempat wisata.Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.Semburan awan panas (wedhus gembel) dari puncak Gunung Merapi dengan jarak luncur 3 km, terjadi lagi pada Selasa (23/5) pukul 7.52 WIB. Luncuran awan panas tersebut, mengarah ke hulu Kali Krasak wilayah Kab. Magelang, Jawa Tengah.pada saat ini warga di sekitar wilayah tersebut masih mengungsi.

    Comment by sufyan irfan (7d) — May 31, 2006 @ 1:23 am

  10. tugas 3

    Pada tanggal 19 mei 2006 hari jumat sore sedang hujan di daerah gunung merapi sehingga gunung merapi tidak terlihat karena adanya kabut akibat hujan. Aktivitas gunug merapi saat ini mulai menurun. Sejak ini gunung merapi mengeluarkan asap hanya tiga kali.Volume gunung merapi saat ini 2,3 meter kubik.
    Pada saat ini pengungsi di sleman yogyakarta falitas lengkap & pengungsian betah dari pada di pengungsian ,magelang jawa tengah. Keadaandi pengungsian sleman yogyakarta keadaan airnya sangat baik,keadaan makanan sangat memuaskan & kedaan mck ( mandi cuci kakus), sedangkan di pengungsian magelang jawa tengah keadaan airnya buruk, keadaan makananya tidak memuaskan& keadaan mck(mandi cuci kakus ) tidak memadai.
    Pada jam 19.00 malam aktivitas gunung merapi mulai meningkat & gunung merapi mengeluarkan sedikit lava. Pada saat ini terlihat jelas bahwa lava gunung merapi turun & menuju ke daerah magelang jawa tengah.
    Pada tanggal 23 mei 2006 hari selasa dini hari sedang hujan abu melanda di tenggara merapi. Saat ini awan panas merapi beridentitas besar & awan panas itu turun & menuju ke daerah magelang jawa tengah. Hujan abu di akibatkan lereng gunung merapi. Saat ini murid sd negri petung di sleman yogyakarta nekat sekolah kembali untuk melanjutkan UAN.

    Comment by nova,risma,yanti,fitri (7d) — May 31, 2006 @ 1:34 am

  11. Tugas 3:
    Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah,gunung itu masih sangat aktif.
    pada tanggal 11 mei 2006 gunung merapi itu terus-menerus mengeluarkan lava pijar dan asap panas yang bahasa jawanya wedhus gembel, dan penduduk pada saat ini mulai mengungsi ke tempat pengungsian terdekat. Sejak terdengarnya letusan, semburan awan panas terus terjadi bahkan sempat mencapai ketinggian sekitar 200 meter dengan jarak luncur sekitar 4 kilometer pagi tadi. Proses keluarnya lava dan awan panas masih akan terus berlangsung. Saat ini evakuasi masih terus dilakukan.
    Peningkatan status Gunung Merapi dari SIAGA menjadi AWAS pada Sabtu (13/5) pagi yang lalu sangat tepat karena letusan terjadi kurang lebih dari 2 hari sejak kenaikan status tersebut sehingga persiapan dan proses evakuasi dapat dilakukan lebih awal. Salah satu karaketeristik letusan Gunung Merapi adalah keluarnya awan panas atau “wedhus gembel” dengan suhu yang sangat tinggi ini dan kecepatan yang mencapai sekitar 300 kilometer perjam. Awan panas ini sangat berbahaya karena dengan cepat dapat membakar daerah-daerah disekitarnya.Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

    Secara umum, evakuasi masyarakat yang berada di sekitar wilayah yang dekat dengan G. Merapi telah dilakukan dengan baik. Diharapkan warga masyarakat lainnya yang belum meninggalkan wilayah rawan bencana dapat mengikuti proses evakuasi dan mempercayakan penangangan bencana kepada aparat berwenang.

    Comment by kelompok: radit dan taufik 7D — May 31, 2006 @ 1:47 am

  12. Tugas 1(7d)
    Tentang Perdagangan Dan Pelayaran Asia-Eropa Sampai Abad ke-18.
    Pelayaran menuju dunia timur telah dilakukan bangsa Eropa sejak abad ke 14,pelayaran pertama di lakukan oleh bangsa Portugis,yang dipimpin oleh Bartholomeus Diaz tahun 1486.Pada tahun 1510 Portugis mangirim Alfonso d, Albuquerque untuk menguasai jalur perdagangan perairan selat malaka.Sebelum Portugis menguasai jalur perdagangan asia yang menguasainya adalah pedagang islam dari India, Gujarat,arab,dan cina dengan demikian armada-armada eropa memakai jalur pelayaran lisabon-Tanjung harapan-mozambik-goa-malaka-nusantara jalur ini dipakai sejak abad ke-16 sampai abad ke-18

    Comment by bachtiar,jodi,sufyan,rizki(7d) — May 31, 2006 @ 1:49 am

  13. tugas 3
    Aktivitas gunung merapi saat ini yaitu dari siaga menjadi awas.Gunung merapi yang tepatnya berletak di Yogya sudah mengeluarkan awan panas/wedus gembel,lava pijar,dan hujan debu.Warga sekitar sudah banyak yang di evakuasi utk mengungsi ketempat yang lebih aman/pengungsian.proses keluarnya lava pijar akan terus berlangsung dan lava pijar itu telah terlihat dari tempat pengungsian.awan panas atau wedus gembel sangat berbahaya karena panasnya dapat melepuhkan kulit kita.Gunung merapipun akan mengeluarkan belerang yang jika kita hisap kita akan mengalami sesak nafas.Masih ada warga sekitar yang belum mengungsi diharapkan untuk mengungsi.Aktivitas bekerja warga masih terganggu,Apalagi pada hari saptu di kagetkan lagi oleh gempa yang menewaskan banyak orang.

    Comment by kamilatania,nopi,yanti,fanny7c — May 31, 2006 @ 6:14 am

  14. tugas 3
    Dari Sleman dilaporkan, kediaman juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, juga diguyur hujan abu cukup tebal sejak pukul 09.30 WIB. Hujan abu tersebut pada awalnya sangat tipis, namun karena angin bertiup cukup kencang, hujan abu makin tebal.
    Kaca-kaca mobil, dedaunan sampai atap rumah tampak memutih kebiru-biruan. Demikian juga baju yang dikenakan warga di luar rumah, juga tidak luput dari abu Merapi. Mbah Maridjan sendiri, saat itu baru ke ladangnya yang terletak di lereng Merapi sebelah atas Dusun Kinahrejo.
    Hujan abu tebal tidak hanya di Dusun Kinahrejo, tetapi juga melebar ke wilayah Klaten, Boyolali, Cangkringan, Pakem, terutama sebagian besar wilayah selatan lereng Merapi.
    Terkait meningkatnya kembali aktivitas vulkanik Merapi, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di pengungsian. Berdasarkan data terakhir dari Satkorlak PBA Kab. Sleman, jumlah pengungsi mencapai 5.882 jiPeningkatan status Gunung Merapi dari SIAGA menjadi AWAS pada Sabtu (13/5) pagi yang lalu sangat tepat karena letusan terjadi kurang lebih dari 2 hari sejak kenaikan status tersebut sehingga persiapan dan proses evakuasi dapat dilakukan lebih awal. Salah satu karaketeristik letusan Gunung Merapi adalah keluarnya awan panas atau “wedhus gembel” dengan suhu yang sangat tinggi ini dan kecepatan yang mencapai sekitar 300 kilometer perjam. Awan panas ini sangat berbahaya karena dengan cepat dapat membakar daerah-daerah disekitarnya.Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri.Diharapkan warga masyarakat lainnya yang belum meninggalkan wilayah rawan bencana dapat mengikuti proses evakuasi dan mempercayakan penangangan bencana kepada aparat berwenang.

    Comment by octheria friskilia(7e) — May 31, 2006 @ 9:30 am

  15. tugas 3
    gunung merapiDari Sleman dilaporkan, kediaman juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, juga diguyur hujan abu cukup tebal sejak pukul 09.30 WIB. Hujan abu tersebut pada awalnya sangat tipis, namun karena angin bertiup cukup kencang, hujan abu makin tebal.
    Kaca-kaca mobil, dedaunan sampai atap rumah tampak memutih kebiru-biruan. Demikian juga baju yang dikenakan warga di luar rumah, juga tidak luput dari abu Merapi. Mbah Maridjan sendiri, saat itu baru ke ladangnya yang terletak di lereng Merapi sebelah atas Dusun Kinahrejo.
    Hujan abu tebal tidak hanya di Dusun Kinahrejo, tetapi juga melebar ke wilayah Klaten, Boyolali, Cangkringan, Pakem, terutama sebagian besar wilayah selatan lereng Merapi.
    Terkait meningkatnya kembali aktivitas vulkanik Merapi, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di pengungsian. Berdasarkan data terakhir dari Satkorlak PBA Kab. Sleman, jumlah pengungsi mencapai 5.882 jiPeningkatan status Gunung Merapi dari SIAGA menjadi AWAS pada Sabtu (13/5) pagi yang lalu sangat tepat karena letusan terjadi kurang lebih dari 2 hari sejak kenaikan status tersebut sehingga persiapan dan proses evakuasi dapat dilakukan lebih awal. Salah satu karaketeristik letusan Gunung Merapi adalah keluarnya awan panas atau “wedhus gembel” dengan suhu yang sangat tinggi ini dan kecepatan yang mencapai sekitar 300 kilometer perjam. Awan panas ini sangat berbahaya karena dengan cepat dapat membakar daerah-daerah disekitarnya.Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri.Diharapkan warga masyarakat lainnya yang belum meninggalkan wilayah rawan bencana dapat mengikuti proses evakuasi dan mempercayakan penangangan bencana kepada aparat berwenang.

    Comment by gysa maulina p(7e) — May 31, 2006 @ 9:34 am

  16. gunung merapi adalah gunung aktif yang tepatnya ada di indonesia.gunung merapi yang terbanyak ada di indonesia gunung merapi pernah meletus pada tahun 1994 dan terjadi kembali pada tahun 2006.

    Comment by dendi 7a — May 31, 2006 @ 12:00 pm

  17. tugas 2

    1.alfonso d albuquerque
    2.fasco da gama
    3.jacob van neek
    4.cornelis de houtman
    5.thomas stamford raffles
    6.herman willem daendels

    Comment by dendi 7a — May 31, 2006 @ 12:07 pm

  18. Tugas 2
    Carilah beberapa penjelajah samudra

    1.Vasco da Gama
    2.Alfonso d’Albuquerque
    3.Cornelis de Houtman
    4.Jacob Van Neek
    5.Herman Willem Daendels
    6.Thomas Stamford Raffles

    Comment by M. Ismansyah ( 7A ) — June 1, 2006 @ 8:09 am

  19. tugas ke 3
    gunung merapi adalah gunung teraktif di dunia gunung merapi ini bisa mengeluarkan awan panas yang di sebut wedus gembel.
    awan panas ini bisa menyebabkan penyakit seperti sesak napas dll selain mengeluarkan awan panas gunung merapi ini
    bisa nengeluarkan lava yang sangat panas.

    Comment by deden,agung,aprisa,ginanjar,bagus7bhe — June 2, 2006 @ 1:00 am

  20. tugas ke 3;
    Gunung merapi adalah gunung yang tepatnya ada di indonesia.
    Di sebelah barat gunung merapi kab malang dan di sebelah
    utara terdapat kab bonyolali.Gunung merapi pernah meletus pada tahun 1994 dan pada tahun 2006.Akan terjadi lagi.

    Comment by neneng,nova,susan,tuti — June 3, 2006 @ 1:22 am

  21. tugas ke 2;
    1;alfonso d allbuquerque
    2;fasco degama
    3;jacob van neek
    4;cornelis de hutmen
    5;thomas stamfordraffles
    6;herman wilem daendels
    6;

    Comment by susan,tuti,nova,neneng — June 3, 2006 @ 1:24 am

  22. tugas 3
    gunung merapiDari Sleman dilaporkan, kediaman juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, juga diguyur hujan abu cukup tebal sejak pukul 09.30 WIB. Hujan abu tersebut pada awalnya sangat tipis, namun karena angin bertiup cukup kencang, hujan abu makin tebal.
    Kaca-kaca mobil, dedaunan sampai atap rumah tampak memutih kebiru-biruan. Demikian juga baju yang dikenakan warga di luar rumah, juga tidak luput dari abu Merapi. Mbah Maridjan sendiri, saat itu baru ke ladangnya yang terletak di lereng Merapi sebelah atas Dusun Kinahrejo.
    Hujan abu tebal tidak hanya di Dusun Kinahrejo, tetapi juga melebar ke wilayah Klaten, Boyolali, Cangkringan, Pakem, terutama sebagian besar wilayah selatan lereng Merapi.
    Terkait meningkatnya kembali aktivitas vulkanik Merapi, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di pengungsian. Berdasarkan data terakhir dari Satkorlak PBA Kab. Sleman, jumlah pengungsi mencapai 5.882 jiPeningkatan status Gunung Merapi dari SIAGA menjadi AWAS pada Sabtu (13/5) pagi yang lalu sangat tepat karena letusan terjadi kurang lebih dari 2 hari sejak kenaikan status tersebut sehingga persiapan dan proses evakuasi dapat dilakukan lebih awal. Salah satu karaketeristik letusan Gunung Merapi adalah keluarnya awan panas atau “wedhus gembel” dengan suhu yang sangat tinggi ini dan kecepatan yang mencapai sekitar 300 kilometer perjam. Awan panas ini sangat berbahaya karena dengan cepat dapat membakar daerah-daerah disekitarnya.Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri.Diharapkan warga masyarakat lainnya yang belum meninggalkan wilayah rawan bencana dapat mengikuti proses evakuasi dan mempercayakan penangangan bencana kepada aparat berwenang.

    Comment by dinny,risya,anggun,shely,siti — June 3, 2006 @ 4:06 am

  23. tugas 3
    Dari Sleman dilaporkan, kediaman juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, juga diguyur hujan abu cukup tebal sejak pukul 09.30 WIB. Hujan abu tersebut pada awalnya sangat tipis, namun karena angin bertiup cukup kencang, hujan abu makin tebal.
    Kaca-kaca mobil, dedaunan sampai atap rumah tampak memutih kebiru-biruan. Demikian juga baju yang dikenakan warga di luar rumah, juga tidak luput dari abu Merapi. Mbah Maridjan sendiri, saat itu baru ke ladangnya yang terletak di lereng Merapi sebelah atas Dusun Kinahrejo.
    Hujan abu tebal tidak hanya di Dusun Kinahrejo, tetapi juga melebar ke wilayah Klaten, Boyolali, Cangkringan, Pakem, terutama sebagian besar wilayah selatan lereng Merapi.
    Terkait meningkatnya kembali aktivitas vulkanik Merapi, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di pengungsian. Berdasarkan data terakhir dari Satkorlak PBA Kab. Sleman, jumlah pengungsi mencapai 5.882 jiPeningkatan status Gunung Merapi dari SIAGA menjadi AWAS pada Sabtu (13/5) pagi yang lalu sangat tepat karena letusan terjadi kurang lebih dari 2 hari sejak kenaikan status tersebut sehingga persiapan dan proses evakuasi dapat dilakukan lebih awal. Salah satu karaketeristik letusan Gunung Merapi adalah keluarnya awan panas atau “wedhus gembel” dengan suhu yang sangat tinggi ini dan kecepatan yang mencapai sekitar 300 kilometer perjam. Awan panas ini sangat berbahaya karena dengan cepat dapat membakar daerah-daerah disekitarnya.Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri.Diharapkan warga masyarakat lainnya yang belum meninggalkan wilayah rawan bencana dapat mengikuti proses evakuasi dan mempercayakan penangangan bencana kepada aparat berwenang.

    Comment by yeni 7e — June 3, 2006 @ 4:08 am

  24. tugas 3
    gunung merapiDari Sleman dilaporkan, kediaman juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, juga diguyur hujan abu cukup tebal sejak pukul 09.30 WIB. Hujan abu tersebut pada awalnya sangat tipis, namun karena angin bertiup cukup kencang, hujan abu makin tebal.
    Kaca-kaca mobil, dedaunan sampai atap rumah tampak memutih kebiru-biruan. Demikian juga baju yang dikenakan warga di luar rumah, juga tidak luput dari abu Merapi. Mbah Maridjan sendiri, saat itu baru ke ladangnya yang terletak di lereng Merapi sebelah atas Dusun Kinahrejo.
    Hujan abu tebal tidak hanya di Dusun Kinahrejo, tetapi juga melebar ke wilayah Klaten, Boyolali, Cangkringan, Pakem, terutama sebagian besar wilayah selatan lereng Merapi.
    Terkait meningkatnya kembali aktivitas vulkanik Merapi, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di pengungsian. Berdasarkan data terakhir dari Satkorlak PBA Kab. Sleman, jumlah pengungsi mencapai 5.882 jiPeningkatan status Gunung Merapi dari SIAGA menjadi AWAS pada Sabtu (13/5) pagi yang lalu sangat tepat karena letusan terjadi kurang lebih dari 2 hari sejak kenaikan status tersebut sehingga persiapan dan proses evakuasi dapat dilakukan lebih awal. Salah satu karaketeristik letusan Gunung Merapi adalah keluarnya awan panas atau “wedhus gembel” dengan suhu yang sangat tinggi ini dan kecepatan yang mencapai sekitar 300 kilometer perjam. Awan panas ini sangat berbahaya karena dengan cepat dapat membakar daerah-daerah disekitarnya.Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri.Diharapkan warga masyarakat lainnya yang belum meninggalkan wilayah rawan bencana dapat mengikuti proses evakuasi dan mempercayakan penangangan bencana kepada aparat berwenang.

    Comment by dinny,risya,anggun,shely,siti 7e — June 3, 2006 @ 4:10 am

  25. Semburan awan panas (wedhus gembel) dari puncak Gunung Merapi dengan jarak luncur 3 km, terjadi lagi pada Selasa (23/5) pukul 7.52 WIB. Luncuran awan panas tersebut, mengarah ke hulu Kali Krasak wilayah Kab. Magelang, Jawa Tengah.
    Panut, petugas di Pos Pengamatan Merapi di Kaliurang, Kab. Sleman, Prov. DI Yogyakarta menjelaskan, setelah kabut menghilang selepas pukul 7.45 WIB, pengamatan visual terhadap gunung itu cukup jelas, sehingga awan panas maupun guguran lava pijar tampak jelas dari Pos Kaliurang.
    Sebelumnya, kabut tebal hampir sepanjang malam, dini hari hingga pagi menyelimuti kawasan Merapi. Ia menyebutkan pada pukul 8.38 WIB terjadi lagi awan panas, namun jarak luncurnya hanya sekira 1,5 km dari puncak gunung ke hulu Kali Krasak.
    Sementara itu, dengan status aktivitas Merapi yang masih “awas”, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta tetap merekomendasikan agar wilayah di sepanjang alur Kali Krasak, Bebeng, Bedog, Boyong dan Kali Gendol dalam radius tujuh kilometer dari puncak Merapi sampai jarak 300 meter dari tebing sungai tetap dikosongkan, karena masih berpotensi terancam luncuran awan panas.
    Berdasar data di BPPTK, Gunung Merapi Selasa kemarin pukul 0.00 - 6.00 WIB mengeluarkan awan panas sebanyak lima kali dan guguran lava 29 kali. Sehari sebelumnya, Merapi mengeluarkan awan panas sebanyak 25 kali, tetapi sebagian besar awan panas tersebut tidak terlihat karena puncak Merapi tertutup kabut.
    Abu tebal
    Dari Sleman dilaporkan, kediaman juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, juga diguyur hujan abu cukup tebal sejak pukul 09.30 WIB. Hujan abu tersebut pada awalnya sangat tipis, namun karena angin bertiup cukup kencang, hujan abu makin tebal.
    Kaca-kaca mobil, dedaunan sampai atap rumah tampak memutih kebiru-biruan. Demikian juga baju yang dikenakan warga di luar rumah, juga tidak luput dari abu Merapi. Mbah Maridjan sendiri, saat itu baru ke ladangnya yang terletak di lereng Merapi sebelah atas Dusun Kinahrejo.
    Hujan abu tebal tidak hanya di Dusun Kinahrejo, tetapi juga melebar ke wilayah Klaten, Boyolali, Cangkringan, Pakem, terutama sebagian besar wilayah selatan lereng Merapi.
    Terkait meningkatnya kembali aktivitas vulkanik Merapi, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di pengungsian. Berdasarkan data terakhir dari Satkorlak PBA Kab. Sleman, jumlah pengungsi mencapai 5.882 jiwa.
    Mereka ditampung di tujuh barak pengungsian, masing-masing di Kec. Turi, yakni Desa Wonokerto (538 jiwa) dan Girikerto (800 jiwa). Kec. pakem, Desa Hargobinangun (2.298 jiwa) dan Purwobinangun (272 jiwa) serta di Kec. Cangkringan, Desa Umbulharjo (726 jiwa), Glagaharjo (668 jiwa) dan Kepuharjo (582 jiwa).
    Secara terpisah, Kabag Humas Pemkab Sleman Dra. Sudarningsih mengatakan, para pengungsi tetap sabar dan selalu berada di barak pengungsian. Sebab, kondisi Merapi masih belum stabil, kadang reda, namun masih sering mengeluarkan awan panas. (F-25)***

    Comment by DIAR(7d) — June 4, 2006 @ 8:25 am

  26. Semburan awan panas (wedhus gembel) dari puncak Gunung Merapi dengan jarak luncur 3 km, terjadi lagi pada Selasa (23/5) pukul 7.52 WIB. Luncuran awan panas tersebut, mengarah ke hulu Kali Krasak wilayah Kab. Magelang, Jawa Tengah.
    Panut, petugas di Pos Pengamatan Merapi di Kaliurang, Kab. Sleman, Prov. DI Yogyakarta menjelaskan, setelah kabut menghilang selepas pukul 7.45 WIB, pengamatan visual terhadap gunung itu cukup jelas, sehingga awan panas maupun guguran lava pijar tampak jelas dari Pos Kaliurang.
    Sebelumnya, kabut tebal hampir sepanjang malam, dini hari hingga pagi menyelimuti kawasan Merapi. Ia menyebutkan pada pukul 8.38 WIB terjadi lagi awan panas, namun jarak luncurnya hanya sekira 1,5 km dari puncak gunung ke hulu Kali Krasak.
    Sementara itu, dengan status aktivitas Merapi yang masih “awas”, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta tetap merekomendasikan agar wilayah di sepanjang alur Kali Krasak, Bebeng, Bedog, Boyong dan Kali Gendol dalam radius tujuh kilometer dari puncak Merapi sampai jarak 300 meter dari tebing sungai tetap dikosongkan, karena masih berpotensi terancam luncuran awan panas.
    Berdasar data di BPPTK, Gunung Merapi Selasa kemarin pukul 0.00 - 6.00 WIB mengeluarkan awan panas sebanyak lima kali dan guguran lava 29 kali. Sehari sebelumnya, Merapi mengeluarkan awan panas sebanyak 25 kali, tetapi sebagian besar awan panas tersebut tidak terlihat karena puncak Merapi tertutup kabut.
    Abu tebal
    Dari Sleman dilaporkan, kediaman juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, juga diguyur hujan abu cukup tebal sejak pukul 09.30 WIB. Hujan abu tersebut pada awalnya sangat tipis, namun karena angin bertiup cukup kencang, hujan abu makin tebal.
    Kaca-kaca mobil, dedaunan sampai atap rumah tampak memutih kebiru-biruan. Demikian juga baju yang dikenakan warga di luar rumah, juga tidak luput dari abu Merapi. Mbah Maridjan sendiri, saat itu baru ke ladangnya yang terletak di lereng Merapi sebelah atas Dusun Kinahrejo.
    Hujan abu tebal tidak hanya di Dusun Kinahrejo, tetapi juga melebar ke wilayah Klaten, Boyolali, Cangkringan, Pakem, terutama sebagian besar wilayah selatan lereng Merapi.
    Terkait meningkatnya kembali aktivitas vulkanik Merapi, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di pengungsian. Berdasarkan data terakhir dari Satkorlak PBA Kab. Sleman, jumlah pengungsi mencapai 5.882 jiwa.
    Mereka ditampung di tujuh barak pengungsian, masing-masing di Kec. Turi, yakni Desa Wonokerto (538 jiwa) dan Girikerto (800 jiwa). Kec. pakem, Desa Hargobinangun (2.298 jiwa) dan Purwobinangun (272 jiwa) serta di Kec. Cangkringan, Desa Umbulharjo (726 jiwa), Glagaharjo (668 jiwa) dan Kepuharjo (582 jiwa).
    Secara terpisah, Kabag Humas Pemkab Sleman Dra. Sudarningsih mengatakan, para pengungsi tetap sabar dan selalu berada di barak pengungsian. Sebab, kondisi Merapi masih belum stabil, kadang reda, namun masih sering mengeluarkan awan panas. (F-25)***

    Gunung Merapi

    Maklumat ringkas
    Nama Gunung Merapi
    Tinggi 2,914 meter
    Koordinat 7° 32′ S, 110° 26′ T
    Kabupaten Sleman
    Pulau Jawa Tengah
    Kota terdekat Yogyakarta

    Negara Indonesia
    Jenis Stratovolkano
    Maklumat lanjut
    Umur: 400,000 tahun
    Letupan terakhir: 2002

    Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi di Jawa Tengah, Indonesia. Ia merupakan gunung berapi yang paling aktif di Indonesia dan telah meletus sebanyak 68 kali semenjak 1548. Ia berdekatan dengan bandaraya Yogyakarta, dan banyak penduduk tinggal di hilir gunung berapi berkenaan, dengan perkampungan paling tinggi 1700 m di atas paras laut. Oleh kerana bahayanya kepada kawasan berpendudukan ini, ia telah dinamai sebagai satu Gunung Berapi Dekad ini.

    Terdapat satu lagi gunung berapi Indonesia yang hampir sama namanya iaitu Gunung Marapi, di Sumatera Barat.

    Jadual isi kandungan [sorok]
    1 Sejarah geologi
    2 Letupan 1992
    3 Letupan 2006
    4 Pengawasan
    5 Laluan mendaki
    6 Rujukan
    7 Pautan luar

    [Sunting]
    Sejarah geologi
    Merapi merupakan gunung berapi yang paling muda di selatan Jawa. Ia terletak pada zon kelinciran, di mana Plat Indo-Australian menggelincir ke bawah Plat Eurasian. Ia merupakan salah satu dari 129 gunung berapi aktif di Indonesia. Analisis stratigrafi mendedahkan bahawa letusan di kawasan Merapi bermula kira-kira 400,000 tahun yang lalu, dan sehingga kira-kira 10,000 tahun yang lalu, letusan lazimnya berlebih-lebihan, lava yang dikeluarkan adalah dari lava jenis basalt. Semenjak itu, letusan menjadi lebih kuat letupannya, dengan lava andesitnya yang likat biasanya menjanakan kubah lava. Kubah runtuh biasanya menjana aliran piroklas dan letupan yang lebih besar, yang mana ia akan menghasilkan turus letupan, akhirnya menyebabkan turus tadi runtuh.

    Biasanya, letusan kecil berlaku setiap dua atau tiga tahun, dan yang lebih besar akan berlaku setiap 10-15 tahun sekali atau lebih. Letusan penting, biasanya menyebabkan banyak kematian, telah berlaku pada tahun 1006, 1786, 1822, 1872 (letusan yang paling dahsyat dalam sejarah terkini) dan 1930 — apabila 13 kampung musnah dan 1,400 rakyat terbunuh oleh aliran piroklas.

    Satu letusan yang sangat besar berlaku dalam tahun 1006 menyebabkan Pulau Jawa diliputi dengan abu. Letupan gunung berapi ini dipercayai membawa kepada kejatuhan tamadun kerajaan Hindu Mataram dan kekosongan kuasa ini diisi oleh orang-orang Muslim menjadi pemimpin pulau Jawa.

    Gunung Merapi berkesinambungan mempunyai kepentingan tertentu kepada orang-orang Jawa: ia menjadi salah satu daripada empat tempat di mana para pegawai daripada istana beraja Yogyakarta dan Solo membuat acara tahunan bagi menjamu roh-roh orang Jawa purbakala. [1]

    Imej satelit Gunung Merapi. Diambil pada 2003 by NASA[Sunting]
    Letupan 1992
    Letupan terbaru sebelum ini adalah pada 1992 dan berterusan selama sepuluh tahun. Pada masa itu, satu kubah lava telah terpicit keluar, membesar hingga satu meter sehari. Dalam tahun 1994, kubah sampai di pinggir kawah, dan daripada situ, jatuhan batu daripada kubah menghasilkan aliran piroklas yang berulangkali. Pada akhir 1994 hampir keseluruhan kubah runtuh, menjana aliran piroklas yang sangat besar, yang mana telah bergerak beberapa kilometer daripada puncak dan telah membunuh 43 orang.

    Berikutan daripada letupan besar pada November 1994, satu kubah telah terbentuk di kawah, dan letusan-letusan kecil bersambungan hingga beberapa tahun, menjana runtuhan lava dan aliran piroklas setiap hari. Letupan berakhir pada akhir 2002.

    [Sunting]
    Letupan 2006
    Pada April 2006, aktiviti seismos telah bertambah dalam selang waktu yang semakin berulang dan terdapat bonjolan di dalam kon gunung berapi yang menunjukkan letusan baru adalah hampir. Pihak berkuasa meletakkan kampung kejiranan dalam keadaan berjaga-jaga dan bersedia. Pada 19 April, asap dari kawah menjangkau ketinggian 400 meter, berbanding dengan hanya 75 meter pada hari sebelumnya. Pada 23 April, selepas sembilan gempa mengisyaratkan pergerakan magma, hampir 600 orang penduduk tua dan bayi di lereng gunung dipindahkan, dan sebahagian rumah mereka diambil alih oleh pelancong-pelancong yang ditarik ke kawasan itu[2].

    Pada awal Mei, lahar bermula mengalir dengan aktif. Pada 11 Mei, dengan aliran lahara menjadi tetap, 17,000 orang diarahkan berpindah [3]. Kemudian pada 13 Mei, pemerintah Indonesia menaikkan taraf berjaga-jaga kepada taraf tertinggi, merah, dan mengarahkan pemindahan semua penduduk dengan segera. Bilangan letusan telah bertambah, dan terdapat laporan yang mengatakan letupan besar telah berlaku [4]. Jika aliran piroklas berlaku, risiko di kampung berhampiran adalah amat tinggi, tetapi ada penduduk yang tetap berani kembali ke kampung, dengan berkata bahawa mereka perlu menjaga binatang peliharaan dan tanaman. Pada 15 Mei, Gunung Merapi meletup mengeluarkan gas panas, debu dan serpihan batu. Awan piroklas berkembang sehingga 4 km, dan debu menutup tanaman dan bumbung rimah di Ketep, 10 km dari kaki gunung. Pada 16 Mei, aktiviti gunung telah berkurang sedikit tetapi masih berbahaya.

    [Sunting]
    Pengawasan
    Gunung Merapi adalah tapak program pengawasan yang sangat aktif. Pengawasan seismos bermula pada tahun 1924, dan letupan 1930 didapati telah dimulai oleh satu gempa bumi yang sangat kuat. Terdapat satu rangkaian 8 seismograf di sekeliling gunung tersebut, membenarkan ahli vulkanologi untuk menentukan secara tepat pusat gegaran dan gempa. Satu zon di mana tiada gempa berasal didapati 1.5km di bawah puncak, dan dirasakan menjadi satu tempat takungan magma yang menjadi sumber letupan.

    Pengukuran lain pada gunung berapi tersebut termasuklah pengukuran magnetik dan pengukuran kemerengan/kecondongan. Perubahan kecil dalam medan magnet tempatan adalah berlaku pada masa yang sama dengan letupan-letupan, dan pengukuran kecondongan akan mendedahkan penggelembungan gunung berapi akibat kawah magma di bawahnya mula berisi.

    Lahar adalah bahaya yang dangat penting di gunung, dan ia disebabkan oleh hujan menggerakkan semula mendakan aliran piroklas. Lahar boleh dikesan secara seismos kerana ia menyebabkan satu signal seismos berfrekuensi tinggi. Pemerhatian mendapati bahawa lebih 50 mm hujan per jam adalah ambang di mana lahar itu biasanya dijana.

    [Sunting]
    Laluan mendaki
    Gunung Merapi merupakan objek pendakian yang popular. Laluan paling umum dan dekat ialah dengan bermula dari kabupaten Boyolali ke arah Solo atau dari Yogyakarta atau juga dengan mudah dapat dijangkau dari kabupaten Magelang

    Comment by sandi(7d) — June 8, 2006 @ 1:22 pm

  27. tugas ke 3
    Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah,gunung itu masih sangat aktif.
    pada tanggal 11 mei 2006 gunung merapi itu terus-menerus mengeluarkan lava pijar dan asap panas yang bahasa jawanya wedhus gembel, dan penduduk pada saat ini mulai mengungsi ke tempat pengungsian terdekat. Sejak terdengarnya letusan, semburan awan panas terus terjadi bahkan sempat mencapai ketinggian sekitar 200 meter dengan jarak luncur sekitar 4 kilometer pagi tadi. Proses keluarnya lava dan awan panas masih akan terus berlangsung. Saat ini evakuasi masih terus dilakukan.
    Peningkatan status Gunung Merapi dari SIAGA menjadi AWAS pada Sabtu (13/5) pagi yang lalu sangat tepat karena letusan terjadi kurang lebih dari 2 hari sejak kenaikan status tersebut sehingga persiapan dan proses evakuasi dapat dilakukan lebih awal. Salah satu karaketeristik letusan Gunung Merapi adalah keluarnya awan panas atau “wedhus gembel” dengan suhu yang sangat tinggi ini dan kecepatan yang mencapai sekitar 300 kilometer perjam. Awan panas ini sangat berbahaya karena dengan cepat dapat membakar daerah-daerah disekitarnya.Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

    Secara umum, evakuasi masyarakat yang berada di sekitar wilayah yang dekat dengan G. Merapi telah dilakukan dengan baik. Diharapkan warga masyarakat lainnya yang belum meninggalkan wilayah rawan bencana dapat mengikuti proses evakuasi dan mempercayakan penangangan bencana kepada aparat berwenang.

    Comment by gita,sari,dina,tria 7c — June 10, 2006 @ 2:40 am

  28. tugas ke 3
    Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah,gunung itu masih sangat aktif.
    pada tanggal 11 mei 2006 gunung merapi itu terus-menerus mengeluarkan lava pijar dan asap panas yang bahasa jawanya wedhus gembel, dan penduduk pada saat ini mulai mengungsi ke tempat pengungsian terdekat. Sejak terdengarnya letusan, semburan awan panas terus terjadi bahkan sempat mencapai ketinggian sekitar 200 meter dengan jarak luncur sekitar 4 kilometer pagi tadi. Proses keluarnya lava dan awan panas masih akan terus berlangsung. Saat ini evakuasi masih terus dilakukan.
    Peningkatan status Gunung Merapi dari SIAGA menjadi AWAS pada Sabtu (13/5) pagi yang lalu sangat tepat karena letusan terjadi kurang lebih dari 2 hari sejak kenaikan status tersebut sehingga persiapan dan proses evakuasi dapat dilakukan lebih awal. Salah satu karaketeristik letusan Gunung Merapi adalah keluarnya awan panas atau “wedhus gembel” dengan suhu yang sangat tinggi ini dan kecepatan yang mencapai sekitar 300 kilometer perjam. Awan panas ini sangat berbahaya karena dengan cepat dapat membakar daerah-daerah disekitarnya.Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

    Secara umum, evakuasi masyarakat yang berada di sekitar wilayah yang dekat dengan G. Merapi telah dilakukan dengan baik. Diharapkan warga masyarakat lainnya yang belum meninggalkan wilayah rawan bencana dapat mengikuti proses evakuasi dan mempercayakan penangangan bencana kepada aparat berwenang.

    Comment by stefanes 7c — June 11, 2006 @ 5:21 am

  29. tugas 3
    Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi di Jawa Tengah, Indonesia. Ia merupakan gunung berapi yang paling aktif di Indonesia dan telah meletus sebanyak 68 kali semenjak 1548. Ia berdekatan dengan bandaraya Yogyakarta, dan banyak penduduk tinggal di hilir gunung berapi berkenaan, dengan perkampungan paling tinggi 1700 m di atas paras laut. Oleh kerana bahayanya kepada kawasan berpendudukan ini, ia telah dinamai sebagai satu Gunung Berapi Dekad ini.

    Comment by imaniar 7c — June 17, 2006 @ 6:35 am

  30. tugas 3
    Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi di Jawa Tengah, Indonesia. Ia merupakan gunung berapi yang paling aktif di Indonesia dan telah meletus sebanyak 68 kali semenjak 1548. Ia berdekatan dengan bandaraya Yogyakarta, dan banyak penduduk tinggal di hilir gunung berapi berkenaan, dengan perkampungan paling tinggi 1700 m di atas paras laut. Oleh kerana bahayanya kepada kawasan berpendudukan ini, ia telah dinamai sebagai satu Gunung Berapi Dekad ini.

    Comment by imaniar 7c — June 17, 2006 @ 6:39 am

  31. tugas 3
    Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi di Jawa Tengah, Indonesia. Ia merupakan gunung berapi yang paling aktif di Indonesia dan telah meletus sebanyak 68 kali semenjak 1548. Ia berdekatan dengan bandaraya Yogyakarta, dan banyak penduduk tinggal di hilir gunung berapi berkenaan, dengan perkampungan paling tinggi 1700 m di atas paras laut. Oleh kerana bahayanya kepada kawasan berpendudukan ini, ia telah dinamai sebagai satu Gunung Berapi Dekad ini.

    Comment by imaniar 7c — June 17, 2006 @ 6:40 am

  32. tugas 3
    Gunung Merapi adalah sebuah gunung berapi di Jawa Tengah, Indonesia.Gunung itu termasuk gunung yang masih aktif. awan panas itu panas mencapai lebih dari 100 derajat celcius. lava pijar juga panasnya mencapai lebih dari 200 derajat celcius.

    Comment by imaniar 7c — June 17, 2006 @ 6:46 am

  33. Semburan awan panas (wedhus gembel) dari puncak Gunung Merapi dengan jarak luncur 3 km, terjadi lagi pada Selasa (23/5) pukul 7.52 WIB. Luncuran awan panas tersebut, mengarah ke hulu Kali Krasak wilayah Kab. Magelang, Jawa Tengah.
    Panut, petugas di Pos Pengamatan Merapi di Kaliurang, Kab. Sleman, Prov. DI Yogyakarta menjelaskan, setelah kabut menghilang selepas pukul 7.45 WIB, pengamatan visual terhadap gunung itu cukup jelas, sehingga awan panas maupun guguran lava pijar tampak jelas dari Pos Kaliurang.
    Sebelumnya, kabut tebal hampir sepanjang malam, dini hari hingga pagi menyelimuti kawasan Merapi. Ia menyebutkan pada pukul 8.38 WIB terjadi lagi awan panas, namun jarak luncurnya hanya sekira 1,5 km dari puncak gunung ke hulu Kali Krasak.
    Sementara itu, dengan status aktivitas Merapi yang masih “awas”, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta tetap merekomendasikan agar wilayah di sepanjang alur Kali Krasak, Bebeng, Bedog, Boyong dan Kali Gendol dalam radius tujuh kilometer dari puncak Merapi sampai jarak 300 meter dari tebing sungai tetap dikosongkan, karena masih berpotensi terancam luncuran awan panas.
    Berdasar data di BPPTK, Gunung Merapi Selasa kemarin pukul 0.00 - 6.00 WIB mengeluarkan awan panas sebanyak lima kali dan guguran lava 29 kali. Sehari sebelumnya, Merapi mengeluarkan awan panas sebanyak 25 kali, tetapi sebagian besar awan panas tersebut tidak terlihat karena puncak Merapi tertutup kabut.
    Abu tebal
    Dari Sleman dilaporkan, kediaman juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Sleman, juga diguyur hujan abu cukup tebal sejak pukul 09.30 WIB. Hujan abu tersebut pada awalnya sangat tipis, namun karena angin bertiup cukup kencang, hujan abu makin tebal.
    Kaca-kaca mobil, dedaunan sampai atap rumah tampak memutih kebiru-biruan. Demikian juga baju yang dikenakan warga di luar rumah, juga tidak luput dari abu Merapi. Mbah Maridjan sendiri, saat itu baru ke ladangnya yang terletak di lereng Merapi sebelah atas Dusun Kinahrejo.
    Hujan abu tebal tidak hanya di Dusun Kinahrejo, tetapi juga melebar ke wilayah Klaten, Boyolali, Cangkringan, Pakem, terutama sebagian besar wilayah selatan lereng Merapi.
    Terkait meningkatnya kembali aktivitas vulkanik Merapi, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di pengungsian. Berdasarkan data terakhir dari Satkorlak PBA Kab. Sleman, jumlah pengungsi mencapai 5.882 jiwa.
    Mereka ditampung di tujuh barak pengungsian, masing-masing di Kec. Turi, yakni Desa Wonokerto (538 jiwa) dan Girikerto (800 jiwa). Kec. pakem, Desa Hargobinangun (2.298 jiwa) dan Purwobinangun (272 jiwa) serta di Kec. Cangkringan, Desa Umbulharjo (726 jiwa), Glagaharjo (668 jiwa) dan Kepuharjo (582 jiwa).
    Secara terpisah, Kabag Humas Pemkab Sleman Dra. Sudarningsih mengatakan, para pengungsi tetap sabar dan selalu berada di barak pengungsian. Sebab, kondisi Merapi masih belum stabil, kadang reda, namun masih sering mengeluarkan awan panas. (F-25)***

    Comment by M. Ramdan (7A) — June 21, 2006 @ 2:45 am

  34. Para penakluk samudera-
    yang pertama berlayar mengelilingi bumi

    Christhopher Columbus (1451-1506), seorang Italia yang hijrah ke Spanyol, berteori bahwa karena bumi bulat, sebuah kapal laut dapat mencapai Timur Jauh dari arah yang berbeda. Dia meyakinkan kerajaan untuk membiayai pencariannya lalu berangkat berlayar pada Agustus 1492. Setelah sepuluh minggu, dia melihat sebuah pulau di Bahamas, yang dinamainya San Salvador. Karena berpikir telah menemukan pulau dekat Jepang, dia berlayar terus sampai mencapai Kuba (yang disangka Cina) dan Haiti. Dia bertemu dengan penduduk berkulit gelap yang dia sebut “Indian” karena dia berpikir dia sedang berlayar di Lautan Hindia.

    Columbus melakukan tiga perjalanan lagi ke Dunia Baru yang dia pikir adalah Timur, di tahun 1493, 1497 dan 1502, melalui Puerto Roko, Kepulauan Virgin, Jamaika dan Trinidad. Dia tidak pernah mencapai Amerika Utara, dan sampai saat wafatnya, tetap berpikir bahwa dia telah mencapai Asia.
    Amerika Utara telah ditemukan
    Kapal-kapal Bangsa Viking telah mencapai Amerika Utara hampir 500 tahun sebelum Columbus berlayar. Berlayar dari Pulau Es pada pertengahan tahun 990, Biarni Heriolfsson merubah haluan arah semula dan terdampar di daerah tak bertuan. Dia tidak menjelajahi ataupun menamai daerah daratan tersebut. Pada tahun 1002, Leifr Eiriksson menelusuri jalur yang sama tapi dengan arah berlawanan dan mencapai pantai yang sekarang kita sebut Canada. Kemudian dia berlayar lagi ke arah selatan dan menemukan sebuah pulau yang dinamai Vinland (Newfoundland-sekarang) di mana dia membangun pemukiman dan berdagang selama 3 tahun dengan penduduk asli yang dikenal sebagai Bangsa Skraeling. Pada akhirnya Bangsa Skraeling memaksa mereka untuk pergi, tetapi Bangsa Viking tetap berlayar menuju Kanada untuk mencari hasil hutan.

    Penamaan “Amerika” Garis pembagi dunia milik Portugis dan Spanyol membelah Samudera Atlantik dengan Spanyol menguasai daerah sebelah barat, termasuk Amerika. Brasil diberikan kepada Portugal, yang menguasai Afrika dan India. Tetapi karena tanpa penghitungan yang teliti, timbul pertanyaan tentang kejelasan garis pembagi tersebut. Di tahun 1501, Raja Manuel ke 1 dari Portugal mengirim satu armada ke Brasil, salah satu awak kapal tersebut adalah Amerigo Vespucci. Dia termasuk dalam kelompok penjelajah pertama yang melaporkan bahwa Amerika Selatan adalah sebuah benua, bukan sebuah pulau, dam menyebutnya “Dunia Baru”. Sebagai seorang ahli pembuat peta, Vespucci menjual duplikat peta yang dibuatnya kepada seorang German pelukis peta, Martin Waldseemuller, yang saat membuatnya di tahun 1507, memberikan penghargaan kepada Vespucci dengan menulis nama depan Vespucci pada gambar Benua Amerika Selatan. Sejak saat itu benua bagian selatan dinamai “Amerika

    Kapten Cook
    Pengeliling dunia lainnya yang terkenal adalah James Cook. Dia berlayar dari Inggris pada tanggal 25 Agustus 1768 dengan menggunakan Kapal Endeavor bersama dengan 94 awak dan peneliti. Pada tanggal 11 April 1769, mereka mencapai Tahiti. Atas perintah dari pemerintah Inggris, mereka berlayar ke selatan, mencapai Selandia Baru pada tanggal 6 Oktober. Pada bulan April 1770, Cook menjelajahi dan mendokumentasikan Australia. Kemudian endeavor meneruskan perjalanannya melalui ke Jawa, lalu melintasi Tanjung harpan. Pada tanggal 30 Juli 1771, Cook berlayar memasuki dover. Karena perjalanan selama 3 tahun yang bersejarah itu, dia diangkat menjadi Panglima Angkatan Laut oleh Raja George ke III.

    1.alfonso d albuquerque
    2.fasco da gama
    3.jacob van neek
    4.cornelis de houtman
    5.thomas stamford raffles
    6.herman willem daendels

    Comment by De Andri 7a — June 21, 2006 @ 2:50 am

  35. Para penakluk samudera-
    yang pertama berlayar mengelilingi bumi

    Christhopher Columbus (1451-1506), seorang Italia yang hijrah ke Spanyol, berteori bahwa karena bumi bulat, sebuah kapal laut dapat mencapai Timur Jauh dari arah yang berbeda. Dia meyakinkan kerajaan untuk membiayai pencariannya lalu berangkat berlayar pada Agustus 1492. Setelah sepuluh minggu, dia melihat sebuah pulau di Bahamas, yang dinamainya San Salvador. Karena berpikir telah menemukan pulau dekat Jepang, dia berlayar terus sampai mencapai Kuba (yang disangka Cina) dan Haiti. Dia bertemu dengan penduduk berkulit gelap yang dia sebut “Indian” karena dia berpikir dia sedang berlayar di Lautan Hindia.

    Columbus melakukan tiga perjalanan lagi ke Dunia Baru yang dia pikir adalah Timur, di tahun 1493, 1497 dan 1502, melalui Puerto Roko, Kepulauan Virgin, Jamaika dan Trinidad. Dia tidak pernah mencapai Amerika Utara, dan sampai saat wafatnya, tetap berpikir bahwa dia telah mencapai Asia.
    Amerika Utara telah ditemukan
    Kapal-kapal Bangsa Viking telah mencapai Amerika Utara hampir 500 tahun sebelum Columbus berlayar. Berlayar dari Pulau Es pada pertengahan tahun 990, Biarni Heriolfsson merubah haluan arah semula dan terdampar di daerah tak bertuan. Dia tidak menjelajahi ataupun menamai daerah daratan tersebut. Pada tahun 1002, Leifr Eiriksson menelusuri jalur yang sama tapi dengan arah berlawanan dan mencapai pantai yang sekarang kita sebut Canada. Kemudian dia berlayar lagi ke arah selatan dan menemukan sebuah pulau yang dinamai Vinland (Newfoundland-sekarang) di mana dia membangun pemukiman dan berdagang selama 3 tahun dengan penduduk asli yang dikenal sebagai Bangsa Skraeling. Pada akhirnya Bangsa Skraeling memaksa mereka untuk pergi, tetapi Bangsa Viking tetap berlayar menuju Kanada untuk mencari hasil hutan.

    Penamaan “Amerika” Garis pembagi dunia milik Portugis dan Spanyol membelah Samudera Atlantik dengan Spanyol menguasai daerah sebelah barat, termasuk Amerika. Brasil diberikan kepada Portugal, yang menguasai Afrika dan India. Tetapi karena tanpa penghitungan yang teliti, timbul pertanyaan tentang kejelasan garis pembagi tersebut. Di tahun 1501, Raja Manuel ke 1 dari Portugal mengirim satu armada ke Brasil, salah satu awak kapal tersebut adalah Amerigo Vespucci. Dia termasuk dalam kelompok penjelajah pertama yang melaporkan bahwa Amerika Selatan adalah sebuah benua, bukan sebuah pulau, dam menyebutnya “Dunia Baru”. Sebagai seorang ahli pembuat peta, Vespucci menjual duplikat peta yang dibuatnya kepada seorang German pelukis peta, Martin Waldseemuller, yang saat membuatnya di tahun 1507, memberikan penghargaan kepada Vespucci dengan menulis nama depan Vespucci pada gambar Benua Amerika Selatan. Sejak saat itu benua bagian selatan dinamai “Amerika

    Kapten Cook
    Pengeliling dunia lainnya yang terkenal adalah James Cook. Dia berlayar dari Inggris pada tanggal 25 Agustus 1768 dengan menggunakan Kapal Endeavor bersama dengan 94 awak dan peneliti. Pada tanggal 11 April 1769, mereka mencapai Tahiti. Atas perintah dari pemerintah Inggris, mereka berlayar ke selatan, mencapai Selandia Baru pada tanggal 6 Oktober. Pada bulan April 1770, Cook menjelajahi dan mendokumentasikan Australia. Kemudian endeavor meneruskan perjalanannya melalui ke Jawa, lalu melintasi Tanjung harpan. Pada tanggal 30 Juli 1771, Cook berlayar memasuki dover. Karena perjalanan selama 3 tahun yang bersejarah itu, dia diangkat menjadi Panglima Angkatan Laut oleh Raja George ke III.

    1.alfonso d albuquerque
    2.fasco da gama
    3.jacob van neek
    4.cornelis de houtman
    5.thomas stamford raffles
    6.herman willem daendels

    Comment by Syaripudin7a — June 21, 2006 @ 3:31 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>