<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title></title>
	<link>http://hermawan.blogsome.com</link>
	<description>Belajar itu Menyenangkan</description>
	<pubDate>Wed, 31 May 2006 03:27:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Dian &#038; Fiends Dari 7D</title>
		<link>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/31/dian-fiends-dari-7d/</link>
		<comments>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/31/dian-fiends-dari-7d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 May 2006 01:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hermawan Wawan</dc:creator>
		
	<category>Group Sosial</category>
		<guid>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/31/dian-fiends-dari-7d/</guid>
		<description><![CDATA[	 
	Pengen Kenal dengan mereka kirim aja e-mail kamu, tapi jangan yang ngeres ya&#8230;&#8230;..

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/Dian_01.jpg' alt='Q\\\&#39;ta2 dari 7 D tau' /> </p>
	<p>Pengen Kenal dengan mereka kirim aja e-mail kamu, tapi jangan yang ngeres ya&#8230;&#8230;..
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/31/dian-fiends-dari-7d/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Temen Q&#8217;ta dari 7 C</title>
		<link>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/31/kirim-aja-e-mailwakil-7-c/</link>
		<comments>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/31/kirim-aja-e-mailwakil-7-c/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 May 2006 01:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hermawan Wawan</dc:creator>
		
	<category>Group Sosial</category>
		<guid>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/31/kirim-aja-e-mailwakil-7-c/</guid>
		<description><![CDATA[	 
	Pengen tau mereka kirim e-mail aza

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/7C_01.jpg' alt='Q\\\&#39;ta2 dari 7 C' /> </p>
	<p>Pengen tau mereka kirim e-mail aza
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/31/kirim-aja-e-mailwakil-7-c/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Suasana Keseharian Bersama Pelajaran IPS</title>
		<link>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/20/suasana-keseharian-bersama-pelajaran-ips/</link>
		<comments>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/20/suasana-keseharian-bersama-pelajaran-ips/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 May 2006 10:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hermawan Wawan</dc:creator>
		
	<category>Group Sosial</category>
		<guid>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/20/suasana-keseharian-bersama-pelajaran-ips/</guid>
		<description><![CDATA[	

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/Belajar.jpg' alt='Belajar Sejarah ' />
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/20/suasana-keseharian-bersama-pelajaran-ips/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah di balik Merapi dan Himpitan Lempeng Benua</title>
		<link>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/18/hikmah-di-balik-merapi-dan-himpitan-lempeng-benua/</link>
		<comments>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/18/hikmah-di-balik-merapi-dan-himpitan-lempeng-benua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 May 2006 12:17:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hermawan Wawan</dc:creator>
		
	<category>Catatan</category>
		<guid>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/18/hikmah-di-balik-merapi-dan-himpitan-lempeng-benua/</guid>
		<description><![CDATA[	Dr.-Ing. Fahmi Amhar
Peneliti Utama Geodesi, Bakosurtanal
	Merapi akhirnya meletus Senin (15/5/2006) pagi.  Meski
sudah cukup merepotkan dan sempat membuat jenuh pengungsi
dan pemerintah yang mengurusinya, letusan ini agak
&#8220;melegakan&#8221;.  Ibarat orang kebelet tapi belum bisa kentut,
sekarang kentutnya sudah keluar.
	Namun tentu tidak begitu bagi para ilmuwan yang terkait
gunung api.  Karena aktivitas Merapi ini ternyata &#8220;diikuti
kawan-kawannya&#8221;, yaitu Marapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Dr.-Ing. Fahmi Amhar<br />
Peneliti Utama Geodesi, Bakosurtanal</p>
	<p>Merapi akhirnya meletus Senin (15/5/2006) pagi.  Meski<br />
sudah cukup merepotkan dan sempat membuat jenuh pengungsi<br />
dan pemerintah yang mengurusinya, letusan ini agak<br />
&#8220;melegakan&#8221;.  Ibarat orang kebelet tapi belum bisa kentut,<br />
sekarang kentutnya sudah keluar.</p>
	<p>Namun tentu tidak begitu bagi para ilmuwan yang terkait<br />
gunung api.  Karena aktivitas Merapi ini ternyata &#8220;diikuti<br />
kawan-kawannya&#8221;, yaitu Marapi dan Talang di Sumatera<br />
Barat, Anak Krakatau di Selat Sunda, Gede dan Pangrango di<br />
Jawa Barat, Dieng di Jawa Tengah, Semeru dan Kelud di Jawa<br />
Timur, Tambora di Nusa Tenggara Barat, Lokon, Soputan dan<br />
Karangetang di Sulawesi Utara, dan Awu di Sangir Talaud.<br />
Secara fisik, magma dalam tiap gunung api tersebut tidak<br />
selalu berhubungan langsung.  Namun gunung-gunung tersebut<br />
berada pada satu lempeng benua yang saling bergerak.  Para<br />
ahli geodesi telah memonitor pergerakan ini dengan cara<br />
sebagai berikut:<a id="more-24"></a></p>
	<p>Pertama, mereka menentukan titik-titik pada batuan yang<br />
dianggap stabil di sejumlah tempat.  Di atas titik-titik<br />
itu dipasang alat ukur posisi yang amat teliti dengan<br />
perangkat Global Positioning System (GPS).  Pengukuran ini<br />
memakan waktu setidaknya tiga kali 24 jam dan harus<br />
dilakukan serentak.  Dengan pengukuran teliti ini,<br />
didapatkan koordinat yang kesalahan relatifnya kurang dari<br />
5 milimeter.</p>
	<p>Beberapa tahun kemudian, dilakukan pengukuran ulang di<br />
tempat yang sama dengan metode serupa.  Dari dua koordinat<br />
beda waktu ini, didapatkan data adanya pergerakan lempeng<br />
benua beberapa centimeter per tahun.</p>
	<p>Kemudian pada pengukuran ketiga, didapatkan arah dan<br />
kecepatan gerakan lempeng benua tadi.  Karena penelitian<br />
geodinamika ini dilakukan di seluruh dunia, maka<br />
didapatkanlah peta pergerakan lempeng benua.  Lempeng ini<br />
bergerak beserta seluruh mahluk di atasnya, termasuk<br />
gunung-gunung.  Dalam Qur&#8217;an tertulis:<br />
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di<br />
tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.(QS<br />
27 - an-Naml:88).</p>
	<p>Lempeng-lempeng ini memiliki ketebalan kurang-lebih 20-30<br />
km.  Karena besarnya massa lempeng ini (bayangkan batu<br />
seluas benua setebal 20-30 km), maka meski geraknya hanya<br />
5-10 cm pertahun, energi kinetiknya sangat dahsyat.<br />
Terkadang energi ini tertahan bertahun-tahun.  Artinya,<br />
ketika geodinamika mencatat pergerakan yang melambat, atau<br />
bahkan terhenti, maka kita justru harus curiga.  Ketika<br />
elastisitas material di dalam bumi tidak sanggup lagi<br />
menampung energi yang tertahan ini, dia bisa &#8220;ejakulasi&#8221;<br />
dalam bentuk gempa seismik mendadak yang sangat berbahaya<br />
(apalagi bila terjadi di laut dan menyebabkan tsunami),<br />
atau dalam bentuk muntahan material (magma) lewat<br />
gunung-gunung berapi di perbatasan lempeng.  Kalau<br />
teratur, muntahan itu bisa dikendalikan dalam bentuk<br />
energi panas bumi, namun sebagian besar keluar tak<br />
terkendali dalam bentuk awan panas, lava pijar atau hujan<br />
abu.</p>
	<p>Yang jelas, mekanisme ini sepertinya memang sengaja<br />
didesain untuk menjaga stabilitas energi geodinamik.<br />
Dalam Qur&#8217;an tertulis:<br />
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu<br />
tidak goncang bersama kamu . (QS 16 - an-Nahl: 15).</p>
	<p>Indonesia &#8220;beruntung&#8221; berada di perbatasan tiga lempeng<br />
utama, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia<br />
(termasuk Samudra Hindia) dan lempeng Eurasia.  Dari data<br />
seismik dan vulkanik ratusan tahun, dunia juga mencatat<br />
adanya dua &#8220;cincin api&#8221; yang terbentang mengelilingi<br />
Samudra Pasifik dan mengikat dari Nusa Tenggara ke<br />
Himalaya sampai kawasan Mediterania di Eropa.  90% gempa<br />
dan 81% gempa terbesar dicatat di cincin api ini.<br />
Hebatnya lagi: dua cincin api ini bertemu di Indonesia.<br />
Kita memang berada di kawasan terpilih!</p>
	<p>Dengan memahami cincin api ini, kita tak perlu heran<br />
ketika gunung Lascar di Chile, dan Ubinas di Peru juga<br />
&#8220;ikut-ikutan demo&#8221; bersama Merapi dan sejumlah gunung lain<br />
di Indonesia.</p>
	<p>Banyak teori yang dilontarkan tentang penyebab pergerakan<br />
benua.  Ada yang mencoba mengaitkan dengan aktivitas<br />
kosmik (revolusi bulan mengelilingi bumi, padahal<br />
distribusi massa kedua benda ini tidak merata; atau juga<br />
munculnya bintik di matahari atau &#8220;sunspots&#8221;).  Teori lain<br />
menganggap itu adalah sisa energi dari proses pembentukan<br />
bumi berjuta tahun yang lalu, yang semula adalah gas dan<br />
kemudian mendingin, namun di dalamnya masih bergolak<br />
dengan api.  Teori lain menganggap aktivitas itu karena<br />
proses peluruhan nuklir di dalam bumi.</p>
	<p>Apapun penyebabnya, fakta kita di Indonesia harus hidup<br />
bersama 129 gunung api.  Sebagian ahli vulkanologi<br />
meyakini, bahwa di masa lalu bisa jadi pernah terjadi<br />
letusan gunung api maha dahsyat (Supervolcano).  Letusan<br />
itulah yang barangkali pernah menciptakan danau Toba -<br />
atau mungkin juga kaldera &#8220;Segorowedi&#8221; di gunung Bromo.<br />
Bahkan ada teori yang menduga bahwa punahnya dinosaurus<br />
jutaan tahun yang lalu bisa jadi bukan karena asteroid<br />
yang menabrak bumi, namun lebih karena Supervolcano ini.<br />
Yach di dunia ini serba mungkin.</p>
	<p>Yang jelas, fenomena gempa (termasuk tsunami) dan gunung<br />
api ini adalah bagian dari mekanisme yang diberikan Allah<br />
untuk mendaur ulang material-material di dalam bumi.<br />
Dengan mekanisme ini, ada mineral seperti emas atau besi<br />
yang dinaikkan ke dekat permukaan bumi sehingga lebih<br />
mudah ditambang, atau sampah organik akan dihimpit dengan<br />
suatu tekanan sehingga nantinya menjadi tambang<br />
hidrokarbon (migas, batubara), atau juga setidaknya abu<br />
vulkanik ini akan memberi mineral tambahan bagi para<br />
petani di sekitar gunung api tersebut.</p>
	<p>Mungkin juga, bagi bangsa yang sudah sangat terkutuk,<br />
mekanisme ini jugalah yang dipakai Allah untuk &#8220;mendaur<br />
ulang&#8221; mereka.<br />
Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan<br />
mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).<br />
(Qs. 35 - al-Faatir:16)</p>
	<p>Mudah-mudahan kita masih diberi kesempatan untuk bertobat.<br />
Dan potensi alam yang begitu besar di negeri ini dapat<br />
kita jadikan gardu epos untuk membaktikan potensi tersebut<br />
sebagai rahmat ke seluruh semesta.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/18/hikmah-di-balik-merapi-dan-himpitan-lempeng-benua/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Wakil 7B</title>
		<link>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/18/wakil-7b/</link>
		<comments>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/18/wakil-7b/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 May 2006 07:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hermawan Wawan</dc:creator>
		
	<category>Group Sosial</category>
		<guid>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/18/wakil-7b/</guid>
		<description><![CDATA[Dianty]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/Dianty_01.jpg' alt='Dianty' />  </p>
	<p>Ikutan &#8230;..ah
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/18/wakil-7b/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Wakil Dari 7 A</title>
		<link>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/17/wakil-dari-7-a/</link>
		<comments>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/17/wakil-dari-7-a/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 May 2006 10:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hermawan Wawan</dc:creator>
		
	<category>Group Sosial</category>
		<guid>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/17/wakil-dari-7-a/</guid>
		<description><![CDATA[	 
	Mo, Ikutan hubungi aja &#8230;adminnya  &#8230;..OK

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src='/images/untitled1.jpg' alt='Alicia' /> </p>
	<p>Mo, Ikutan hubungi aja &#8230;adminnya  &#8230;..OK
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermawan.blogsome.com/2006/05/17/wakil-dari-7-a/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia Bodoh</title>
		<link>http://hermawan.blogsome.com/2006/04/12/manusia-bodoh/</link>
		<comments>http://hermawan.blogsome.com/2006/04/12/manusia-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Apr 2006 09:52:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hermawan Wawan</dc:creator>
		
	<category>My Musik</category>
		<guid>http://hermawan.blogsome.com/2006/04/12/manusia-bodoh/</guid>
		<description><![CDATA[	


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><object width="425" height="350"><br />
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/cOHQh_NZ0nw"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/cOHQh_NZ0nw" type="application/x-shockwave-flash" width="350" height="275"></embed></object>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermawan.blogsome.com/2006/04/12/manusia-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Gunung Api</title>
		<link>http://hermawan.blogsome.com/2006/02/10/14/</link>
		<comments>http://hermawan.blogsome.com/2006/02/10/14/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2006 08:10:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hermawan Wawan</dc:creator>
		
	<category>Bahan Ajar</category>
	<category>Geografi</category>
		<guid>http://hermawan.blogsome.com/2006/02/10/14/</guid>
		<description><![CDATA[	 
Klik Gambarnya OK

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><a href="http://hermawan.blogsome.com/go.php?u=http%3A%2F%2Fwww.decadevolcano.net&amp;i=0&amp;c=1e8abdb323373f11fc7cd1fc9980ab152567464e"><img src='/images/volcan.jpg' alt='api' /> </a><br />
Klik Gambarnya OK
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermawan.blogsome.com/2006/02/10/14/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Diah Pitaloka</title>
		<link>http://hermawan.blogsome.com/2006/02/10/diah-pitaloka/</link>
		<comments>http://hermawan.blogsome.com/2006/02/10/diah-pitaloka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2006 02:23:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hermawan Wawan</dc:creator>
		
	<category>Bahan Ajar</category>
	<category>Sejarah</category>
		<guid>http://hermawan.blogsome.com/2006/02/10/diah-pitaloka/</guid>
		<description><![CDATA[	Sumpah Palapa yang Tiada Terlaksana
Lamun huwus kalah Nusantara, ingsun amukti palapa, lamun kalah Ring Gurun, Ring Seram, Tanjungpura, Ring Haru, Ring Pahang, Dompo, Ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa! 
	Judul : Dyah Pitaloka
Pengarang : Hermawan Aksan
Penerbit : C Publishing
Halaman : viii + 328
	Hari itu, tahun 1253 saka, Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Sumpah Palapa yang Tiada Terlaksana<br />
Lamun huwus kalah Nusantara, ingsun amukti palapa, lamun kalah Ring Gurun, Ring Seram, Tanjungpura, Ring Haru, Ring Pahang, Dompo, Ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa! </p>
	<p>Judul : Dyah Pitaloka<br />
Pengarang : Hermawan Aksan<br />
Penerbit : C Publishing<br />
Halaman : viii + 328</p>
	<p>Hari itu, tahun 1253 saka, Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih Kerajaan Majapahit menggantikan Arya Tadah. Ia bertekad menaklukkan seluruh kerajaan se-nusantara —bahkan sampai negeri seberang— di bawah kendali Majapahit dengan Sumpah Palapa-nya yang sangat terkenal. Sebelum mewujudkan cita-citanya, Gajah Mada bersumpah tidak akan memakan buah palapa (sebagai simbol kenikmatan dunia). Betapa baktinya ia pada negara! </p>
	<p>Mungkin benar, tanpa jasa Mahapatih Gajah Mada rasanya sulit Majapahit menjadi kerajaan besar seperti saat itu. Majapahit yang dipimpin Tribhuwanatunggadewi —seorang wanita— bisa menguasai lebih dari tujuh bagian kepulauan penting yang terdiri dari beberapa kerajaan. Bahkan, banyak kerajaan-kerajaan kecil yang rela bergabung di bawah kendali Majapahit. Ketika banyak pemberontakan di negeri kecil pun, Gajah Mada-lah yang banyak menyelesaikannya. Maka tak heran karena jasanya, pantaslah jika ia mendapat posisi terhormat dalam pemerintahan.<a id="more-13"></a></p>
	<p>Cita-cita Gajah Mada agaknya memang terlalu tinggi. Namun semuanya bukan halangan bagi seorang ksatria seperti dia. Barangsiapa yang menentang cita-cita luhur ini, maka nyawalah yang harus melayang. Akhirnya, wilayah Majapahit pun —yang dulunya hanya daerah Tarik yang kecil— menjadi wilayah luas dan banyak kerajaan yang ditaklukkannya.</p>
	<p>Namun, rupanya ada yang terlupakan… Mahapatih Gajah Mada rupanya belum bisa menaklukan satu negeri di seberang Sungai Berantas, yang nota bene sebuah negeri kecil. Negeri itu mungkin masih merupakan negeri nenek moyang Raja Kertajasajayawardhana. Bagaimana mungkin ia dapat menaklukkan negeri yang telah lama berdiri, sedangkan Majapahit sendiri adalah negara yang baru beberapa tahun berdiri? </p>
	<p>Jauh di Negeri Sunda sana, konon hiduplah seorang putri kerajaan yang cantik jelita. Dyah Pitaloka namanya. Kecantikannya sudah terdengar lamat-lamat dari Majapahit. Akhirnya, kabar itu pun terbukti nyata, setelah beberapa utusan yang bertugas melukis gadis-gadis sejagat untuk dijadikan pesangan sang raja melihat sendiri bagaimana eloknya gadis itu. Mereka terkagum-kagum oleh pancaran sinar yang keluar dari diri sang putri. Sang juru lukis ketika melukis dirinya yang memiliki keahlian pun dibuat ragu pada kemampuannya sendiri ketika melukiskan sosok sang putri. Saat itu memang dibuat sayembara untuk mencari istri bagi sang raja.</p>
	<p>Pribadi Dyah pitaloka memang mengesankan. Sang pengarang tampak pandai betul mengambil angle yang bagus untuk sebuah cerita yang sudah usang. Saya yakin perjalanan Majapahit tidak banyak yang tahu —bahkan tidak peduli. Buku ini selain menceritakan perjalanan Dyah Pitaloka, sejatinya ingin menceritakan bagaimanakah sebuah kerajaan besar bernama Majapahit. Membaca bait-baitnya mengingatkan saya pada sandiwara radio yang dulu pernah menghiasi tanah air.</p>
	<p>Sebagai seorang putri kerajaan Sunda, Dyah Potaloka tidak hanya bersenang-senang dengan lingkungan yang serba kecukupan. Mungkin agak anah, jika sang putri pun menimba ilmu kanuragan yang umumnya hanya dipelajari oleh lelaki. Justru ia malah menyukainya. Menurutnya, mempelajari ilmu kanuragan tidak mengurangi kecantikannya. Tidak hanya itu, kepribadian dan kepandaian sang putri sudah tampak dari raut wajahnya. Ia rajin belajar dengan membaca kitab-kitab kuno, dan berlama-lama di balai pustaka, karena dari sanalah wawasannya banyak bertambah. Ia pun juga telah mendengar tentang kerajaan yang besar bernama Majapahit itu.</p>
	<p>Dan tidak salah lagi, Raja Hayam Wuruk —sebagai raja Majapahit— akhirnya dari lukisan sang juru lukis memilih Dyah Pitaloka sebagai calon istri. Namun, atas saran Mahapatih Gajah Mada, sang raja itu tidak langsung melamarnya. Gajah Mada menganggap terlalu rendah jika raja Majapahit yang memiliki sudah sangat besar harus merendahkan dirinya untuk sang putri dari Sunda. Terlebih ada sebuah cita-cita Gajah Mada untuk menjadikan Negeri Sunda sebagai takhlukan setelahnya.</p>
	<p>Gajah Mada pun menggunakan kercerdikannya untuk mengakali bagaimanakah menikahkan Dyah Pitaloka dengan sang raja? Upetilah jawabannya. Sang putri dianggap sebagai upeti yang layak untuk kerajaan besar seperti Majapahit. Alih-alih menggunakan adat Sunda yang mempelai lelaki bersembah sujud kepada calon mertua, ini malah tidak.</p>
	<p>Karena itulah, akhirnya terjadi pertentangan antara Negeri Sunda dengan Majapahit akibat ulah Gajah Mada yang sombong. Pertempuran pun tidak dapat dihindarkan. Banisora sang paman Dyah Pitaloka akhirnya harus merelakan nyawanya untuk adu kesaktian dengan Gajah Mada. Dan Dyah pun tidak mau takluk begitu saja. Ia pun mengeluarkan susuk menusuk diri sendiri. Darah pun bercucuran…</p>
	<p>Saat peristiwa tragis itu Hayam Wuruk pun muncul. Agaknya terlambat sudah kedatangannya karena calon istrinya sudah terkulai lemah akibat tusukan. Ia menyesal karena telah menyebabkan hal yang semestinya tidak terjadi. Dyah Pitaloka akan dijadikan istri bukanlah upeti. Sedangkan Gajah Mada sendiri tidak diketahui rimbanya. Ia gagal, meruntuhkan semua bakti yang pernah ia lakukan untuk negaranya. Ketamakanlah yang menyebabkan semuanya. </p>
	<p>Sumber: http://imponk.blogsome.com
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermawan.blogsome.com/2006/02/10/diah-pitaloka/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Lebih Bebas,saat mengerjakan PR kalian disini &#8230;.   OK</title>
		<link>http://hermawan.blogsome.com/2006/01/24/lebih-bebassaat-mengerjakan-pr-kalian-disini-ok/</link>
		<comments>http://hermawan.blogsome.com/2006/01/24/lebih-bebassaat-mengerjakan-pr-kalian-disini-ok/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2006 11:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hermawan Wawan</dc:creator>
		
	<category>Home Work</category>
		<guid>http://hermawan.blogsome.com/2006/01/24/lebih-bebassaat-mengerjakan-pr-kalian-disini-ok/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermawan.blogsome.com/2006/01/24/lebih-bebassaat-mengerjakan-pr-kalian-disini-ok/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
